EPITHRE.
← Blog Kapabilitas

Mengapa AI perlu memahami konteks Indonesia, bukan sekadar berbahasa Indonesia

Kecerdasan buatan kini makin sering dipakai untuk pekerjaan sehari-hari. Orang memakainya untuk menulis, merangkum dokumen, mencari ide, menyusun rencana perjalanan, sampai membuat gambar. Bagi banyak orang, AI sudah menjadi alat kerja yang praktis dan cepat.

Tetapi ada satu hal yang sering terlewat. AI bisa menjawab dalam bahasa Indonesia, tetapi belum tentu memahami konteks Indonesia. Kami membahas sisi bahasanya secara terpisah di apakah AI benar-benar bisa berbahasa Indonesia. Tulisan ini membahas sisi lain, yaitu konteks di balik pertanyaan.

Berbahasa Indonesia bukan berarti paham konteksnya

Bedanya terasa dalam pemakaian sehari-hari. Ketika seseorang bertanya, “rekomendasi tempat makan yang enak untuk kumpul keluarga”, yang dibutuhkan bukan sekadar daftar restoran. Ada konteks yang ikut menentukan: apakah tempatnya muat untuk rombongan, apakah parkirnya mudah, apakah rutenya rawan macet, apakah suasananya nyaman untuk orang tua dan anak, dan apakah lokasinya masuk akal untuk didatangi pada jam tertentu.

Hal serupa muncul saat orang mencari informasi soal aturan, layanan publik, pendidikan, kesehatan, keuangan, atau perjalanan. Jawaban yang berguna tidak cukup hanya terdengar meyakinkan. Ia perlu merujuk pada sumber yang relevan, memahami istilah lokal, dan menyesuaikan diri dengan keadaan yang benar-benar dihadapi pengguna di Indonesia.

IsonAI dibangun untuk konteks Indonesia

Dari kebutuhan itulah IsonAI kami kembangkan. IsonAI adalah asisten AI yang dirancang untuk memahami konteks Indonesia, bukan hanya mampu menjawab dalam bahasa Indonesia. Fokusnya bukan menerjemahkan kemampuan AI global ke bahasa lokal, melainkan mendekati cara orang Indonesia bertanya, bekerja, mencari informasi, dan mengambil keputusan.

Untuk kebutuhan harian, IsonAI membantu beberapa hal:

  • Menulis dan merangkum. Menyusun pesan atau tulisan, dan memadatkan teks panjang menjadi poin yang bisa langsung dipakai.
  • Memahami dokumen dan gambar. Membaca dokumen panjang maupun tangkapan layar, lalu menjelaskan isinya.
  • Mencari informasi terkini. Menjawab pertanyaan yang butuh informasi terbaru, lengkap dengan rujukannya.
  • Membuat dan menyunting gambar. Membuat gambar dari deskripsi teks, atau menyunting gambar yang sudah ada, langsung dari percakapan.

Jawaban yang bersandar pada sumber

Agar jawaban tetap berdasar, IsonAI ditopang oleh IsonSearch, lapisan pencarian yang berfokus pada konten Indonesia dan mengutamakan sumber kredibel seperti situs pemerintah, media tepercaya, dan publikasi akademik. Kami menulis soal ini lebih jauh di memperkenalkan IsonSearch.

Ini penting karena banyak pertanyaan pengguna Indonesia membutuhkan konteks yang spesifik. Pertanyaan tentang hari libur nasional, syarat layanan publik, aturan administrasi, lokasi tempat makan, rekomendasi perjalanan, sampai istilah sehari-hari sering tidak cukup dijawab secara umum. Jawaban yang baik harus mempertimbangkan situasi, lokasi, kebiasaan, dan sumber yang relevan.

Mudah dipakai siapa saja

IsonAI dikembangkan agar nyaman dipakai pengguna umum. Pengguna bisa berbincang dengan gaya santai maupun formal, dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Asisten ini juga dapat mengingat preferensi antar-sesi, dengan kontrol yang tetap berada di tangan pengguna.

Bagian dari keluarga Ison

IsonAI dibangun oleh Epithre, lab kecerdasan buatan asal Indonesia. Kami mengembangkan dan menjalankan layanan AI di atas infrastruktur dalam negeri, dengan fokus pada produk yang relevan untuk kebutuhan pengguna Indonesia.

Pendekatan yang sama terlihat pada produk Ison lainnya. Ison Slate dirancang untuk riset akademik, sedangkan IsonForge membantu pekerjaan pemrograman. Untuk kebutuhan sehari-hari, IsonAI menjadi pintu utama untuk memakai AI.

Pada akhirnya, masa depan AI di Indonesia bukan hanya soal menjawab lebih cepat atau lebih panjang. Yang lebih penting adalah jawaban yang relevan, masuk akal, dan bisa dipakai dalam situasi nyata. Pengguna tidak hanya butuh AI yang pintar berbicara, tetapi AI yang memahami maksud, situasi, dan konteks di balik pertanyaannya.

IsonAI bisa dicoba gratis di isonai.net dan sebagai aplikasi di iPhone. Pada masa peluncuran, pengguna dapat mencoba IsonAI Pro gratis selama 90 hari.